Inilah salah
satu alasan yang juga paling sering dipakai oleh orang Kristen yang masih tidak
mau menyebut Yahweh. Dasar mereka adalah Tuhan Mahatahu sehingga mereka
berkesimpulan: yang penting hati kita tertuju kepada Yahweh meskipun kita tidak
menyebut Yahweh. Mereka seringkali berkata: "Yang penting 'kan hati kita
tertuju ke Tuhan Sang Pencipta, toh Dia Mahatahu, sehingga kalau saya sebut
Allah, Dia pun mengerti bahwa yang saya maksud adalah Dia." Memang betul
bahwa Tuhan Mahatahu, namun kesimpulan mereka yang tidak sesuai dengan Firman
Tuhan, karena Allah bukanlah sinonim dengan kata Tuhan. Allah adalah nama
tuhannya orang Islam, sedangkan Yahweh adalah Nama Tuhan kita. Jadi Allah dan
Yahweh adalah dua pribadi yang berbeda.
Perlu kita cermati kesimpulan mereka, karena cukup membingungkan. Kalau mereka berkata bahwa yang penting hati kita tertuju kepada Yahweh meskipun kita tidak menyebut Yahweh, maka hal ini menimbulkan pertanyaan di pikiran kita yang perlu kita sampaikan ke mereka. Pertanyaan itu intinya kira-kira demikian: "Kalau hati mereka sudah tertuju kepada Yahweh, kenapa tidak mau menyebut Yahweh?" "Kalau mereka menerima bahwa Yahweh adalah Tuhan Sang Pencipta, kenapa tidak mau menyebut Yahweh?" Padahal FirmanNya berkata "Jika ya, hendaklah kamu katakan ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan tidak, supaya kamu jangan kena hukuman" (Yakobus 5:12), karena "Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat." (Matius 5:37). Lebih lanjut, Roma 10:10 berkata: "Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan." Kalau mau diselamatkan, ternyata mulut kita harus mengaku juga. Memang ayat ini konteksnya mengakui Yesus sebagai Tuhan, dan kita ingat bahwa Yesus = Yahweh karena Yesus sendiri juga mengakui bahwa Dialah Yahweh.
Jika demikian, benarkah yang penting hati saja? Biarlah hati dan mulut kita selaras dengan Firman Tuhan.
Bapa Yahweh di dalam nama Tuhan Yeshua memberkati kita semua! Amin!
Perlu kita cermati kesimpulan mereka, karena cukup membingungkan. Kalau mereka berkata bahwa yang penting hati kita tertuju kepada Yahweh meskipun kita tidak menyebut Yahweh, maka hal ini menimbulkan pertanyaan di pikiran kita yang perlu kita sampaikan ke mereka. Pertanyaan itu intinya kira-kira demikian: "Kalau hati mereka sudah tertuju kepada Yahweh, kenapa tidak mau menyebut Yahweh?" "Kalau mereka menerima bahwa Yahweh adalah Tuhan Sang Pencipta, kenapa tidak mau menyebut Yahweh?" Padahal FirmanNya berkata "Jika ya, hendaklah kamu katakan ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan tidak, supaya kamu jangan kena hukuman" (Yakobus 5:12), karena "Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat." (Matius 5:37). Lebih lanjut, Roma 10:10 berkata: "Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan." Kalau mau diselamatkan, ternyata mulut kita harus mengaku juga. Memang ayat ini konteksnya mengakui Yesus sebagai Tuhan, dan kita ingat bahwa Yesus = Yahweh karena Yesus sendiri juga mengakui bahwa Dialah Yahweh.
Jika demikian, benarkah yang penting hati saja? Biarlah hati dan mulut kita selaras dengan Firman Tuhan.
Bapa Yahweh di dalam nama Tuhan Yeshua memberkati kita semua! Amin!
No comments:
Post a Comment