Pertama-tama saya akan membatasi konteks note saya ini dengan memfokuskan pada pembahasan: "Apakah sikap kita terhadap Nama Yahweh berkaitan dengan keselamatan?" Tentu saja, keselamatan adalah anugerah dari Tuhan Yeshua dan hak prerogatif Tuhan. Namun, Tuhan juga sudah banyak memberikan petunjuk mengenai syarat memperoleh keselamatan, dan dalam hal ini saya hendak sharing dalam konteks 'kaitan penerimaan Nama Yahweh dengan keselamatan kita (orang Kristen).'
Sering kali dalam pengamatan saya, ketika berdiskusi tentang Nama Bapa, orang tidak mau membahasnya karena menganggap tidak penting, atau yang lebih ekstrim: tidak mempengaruhi kita masuk surga atau neraka. Mungkin ada sebagian di antara saudara yang berkata: "Aahhh . . . lagi-lagi tentang Nama." Ini juga merupakan salah satu bentuk ekspresi yang menganggap bahwa Nama Bapa tidak penting. Benarkah Nama Bapa tidak penting? Benarkah jika kita menolak Nama Bapa tidak mempengaruhi kita masuk surga atau neraka?
Kita tahu bahwa jika kita ingin masuk ke rumah seseorang, kita harus mengenal yang mempunyai rumah tersebut, bukan? Tidak akan mungkin kita diijinkan masuk ke rumah orang tersebut jika kita menolak atau tidak suka dengan yang mempunyai rumah. Demikian halnya dengan surga, jika kita ingin masuk ke dalam surga, kita harus menerima yang mempunyai surga. Siapakah yang mempunyai surga? Bapa Yahweh! (Ulangan 26:15, 2Tawarikh 6:30) Bagaimana mungkin kita ingin masuk surga tetapi menolak Yahweh, Sang Empunya surga?
Roma 8:11 berkata "Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu." Mari kita perhatikan, siapakah yang membangkitkan Yesus dari antara orang mati? Roh Dia. Siapakah yang dimaksud 'Roh Dia' di ayat ini? Roh Tuhan, yaitu Yahweh. Ingat, saat itu Roh Kudus belum dicurahkan. Nah, Roh yang sama (yang membangkitkan Yesus) akan juga menghidupkan tubuh kita ketika Yesus datang di awan-awan menjemput manusia. Namun ada syaratnya, yaitu Roh Dia harus diam di dalam kita! tetapi bagaimana mungkin Roh Dia, yaitu Roh Yahweh diam di dalam kita, jika kita menolak atau tidak menerima NamaNya? Dan bagaimana mungkin tubuh kita akan dihidupkan? Jelas tidak mungkin!
Lebih lanjut dalam Wahyu 14:1 berkata "Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya." Mari perhatikan, orang-orang yang ada di surga itu di dahi di dahinya (di pikirannya) ada 2 Nama, yaitu NamaNya dan Nama BapaNya. Siapa NamaNya? Yesus (Yeshua). Siapa Nama BapaNya? Yahweh (Yesaya 64:8 --lihat kata 'TUHAN' di kamus Alkitab). Berarti semua orang yang ada di surga di dahi mereka harus tertulis Yesus (Yeshua) dan Yahweh, bukan Yesus (Yeshua) dan Allah.
Jadi, apakah nama Yahweh berkaitan dengan surga dan neraka? Sudah tentu! Di samping itu, memang hidup kita pun HARUS melakukan kehendak Bapa Yahweh juga. Sebab, meskipun kita menyebut Nama Yahweh tetapi hidup kita tidak melakukan kehendak Bapa, maka percuma kita memanggil Nama Yahweh (Matius 7:21). Sebaliknya, jika kita merasa sudah melakukan kehendak Bapa, tetapi menolak Yahweh ya sama saja bohong. Bagaimana mungkin kita bisa dan mau melakukan kehendak Pribadi yang NamaNya kita tolak?
Bapa Yahweh di dalam Nama Tuhan Yeshua memberkati kita semua. Amen.
No comments:
Post a Comment