"Karena
itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama
Bapa dan Anak dan Roh Kudus" (Matius 28:19).
Ayat ini
dijadikan dasar argumen yang cukup populer di kalangan orang-orang yang masih mempertahankan
nama tuhan lain dan atau memilih 'non blok'. Mereka berkata yang intinya
demikian: "Dari pada ribut masalah Nama Bapa, mending kita mencari jiwa saja, melakukan
amanat agung Tuhan Yesus (Yeshua)." Karena argumen mereka didasarkan pada ayat firman Tuhan, maka
tidak jarang orang yang belum memahami pentingnya mengenal Nama Tuhan dengan
benar, setuju dengan argumen ini sehingga 'melupakan' atau tidak peduli masalah
Nama Bapa
kita, yaitu Yahweh, lalu dengan
keukeuh beranggapan bahwa Yang Penting Yesus (Yeshua)! Toh, kita memberitakan
Injil menggunakan Nama Yesus (Yeshua).
Memang dalam menginjil kita memberitakan Nama Yesus (Yeshua), namun kita
juga jangan sampai salah sehingga memberitakan Yesus Yang Lain. Memang betul bahwa kita harus mencari melakukan amanat agung Tuhan
Yesus (Yeshua) ini, yaitu mencari jiwa; namun bukan berarti kita melupakan atau tidak
peduli terhadap masalah Nama Tuhan kita. Bagaimana mungkin kita menginjil namun
tidak peduli masalah Nama Tuhan kita? Bagaimana caranya kita membawa mereka
untuk kenal Sang Empunya Surga? Apakah kita hanya menyebut 'Tuhan' saja? Lalu
Tuhan yang mana? Karena banyak tuhan yang disembah manusia. Jika kita salah
mengenalkan Nama Sang Empunya Surga, maka akan salah alamat juga jadinya.
Mari kita
perhatikan dasar ayat dari argumen
mereka: "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa
murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus"
(Matius 28:19). Inilah perintah
Yesus (Yeshua) supaya kita mencari jiwa dan membaptis mereka dalam nama Bapa
dan Anak dan Roh Kudus. Kita lihat, meterai baptisan yaitu nama Bapa dan Anak
dan Roh Kudus. Ayat ini tetap mengajarkan kita supaya tetap menyertakan Nama
Bapa! Jadi, bagaimana mungkin dalam menginjil kita ‘melupakan’ dan atau tidak
peduli dengan Nama Bapa? Mustahil!
Tuhan Yesus (Yeshua) juga berkata dalam Yohanes 14:6 “Akulah jalan dan
kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak
melalui Aku.” Nah berdasarkan ayat ini, kita tahu bahwa Yesus (Yeshua) adalah
jalan. Menuju ke mana jalan ini? Bukankah menuju kepada Bapa?! Jadi setelah
kita mendapatkan jiwa dalam Nama Yesus (Yeshua), lalu mau dibawa ke mana
jiwa-jiwa itu? Bukankah kepada Bapa?! Masakan kita ‘melupakan’ dan atau tidak
mempedulikan Nama Bapa? Tidak mungkin!
Jadi, cari jiwa saja tanpa mempedulikan Nama Bapa? Tidak! Nama Bapa
harus tetap disertakan, karena meterai baptisan ada Nama Bapa dan jiwa-jiwa akan
kita bawa kepada Bapa, yaitu Yahweh.
Bapa Yahweh di dalam Nama Tuhan Yesus (Yeshua) memberkati kita semua!
Amin! ^^
"Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan
baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus" (Matius 28:19).
Inilah perintah Yesus (Yeshua) supaya kita mencari jiwa dan membaptis mereka
dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus. Kita lihat, meterai baptisan yaitu nama
Bapa dan Anak dan Roh Kudus. Ayat ini tetap mengajarkan kita supaya tetap
menyertakan Nama Bapa! Jadi, bagaimana mungkin dalam menginjil kita ‘melupakan’
dan atau tidak peduli dengan Nama Bapa? Mustahil!
Tuhan Yesus (Yeshua) juga berkata dalam Yohanes 14:6 “Akulah jalan dan
kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak
melalui Aku.” Nah berdasarkan ayat ini, kita tahu bahwa Yesus (Yeshua) adalah
jalan. Menuju ke mana jalan ini? Bukankah menuju kepada Bapa?! Jadi setelah
kita mendapatkan jiwa dalam Nama Yesus (Yeshua), lalu mau dibawa ke mana
jiwa-jiwa itu? Bukankah kepada Bapa?! Masakan kita ‘melupakan’ dan atau tidak
mempedulikan Nama Bapa? Tidak mungkin!
Jadi, cari jiwa memang HARUS! tapi cari jiwa saja tanpa mempedulikan
Nama Bapa? Tidak! Nama Bapa harus tetap disertakan, karena meterai baptisan ada
Nama Bapa dan jiwa-jiwa akan kita bawa kepada Bapa, yaitu Yahweh.
Bapa Yahweh di dalam Nama Tuhan Yesus (Yeshua) memberkati kita semua!
Amin! ^^
No comments:
Post a Comment