Masih mengenai
pemakaian nama Bapa Surgawi kita. Saya tidak bosan-bosannya menulis note yang
berkaitan dengan Nama Bapa, karena alasan yang begitu beragam yang dikemukakan
saudara-saudara yang lain yang belum mau memakai nama Bapa Yahweh.
Kali ini saya akan
membahas pendapat atau alasan yang lain lagi. Sering kali saya mendengar dan
membaca pendapat orang yang belum mau memakai nama Bapa Yahweh, intinya seperti
ini “Kalau pakai nama Yahweh, kenapa setengah-setengah? Sekalian saja
Alkitabnya pakai bahasa Ibrani semua.” Menarik sekali kalau kita mencermati
pendapat yang demikian ini. Dimana menariknya? Bila memakai logika ini, maka
kita juga dapat mengajukan pendapat yang sama, yaitu: Kalau masih pakai nama
Allah, kenapa setengah-setengah? Sekalian saja Alkitabnya pakai bahasa Arab
semua.
Nah, pendapat ini
menunjukkan belum dipahaminya perbedaan antara NAMA, SEBUTAN, dan BAHASA.
Pendapat ini MENGANGGAP bahwa Nama Yahweh adalah bahasa Ibrani, sehingga ada
pendapat yang mengusulkan kalau kita memakai Nama Yahweh, maka supaya tidak
setengah-setengah, sekalian saja pakai bahasa Ibrani. Padahal sebenarnya tidak
ada hubungannya kalau kita memakai nama Yahweh maka harus memakai Alkitab bahasa
Ibrani. Kenapa? Karena meskipun Nama Yahweh diwahyukan (muncul) pertama kali di
komunitas orang berbahasa Ibrani, namun Nama Yahweh adalah NAMA, bukan BAHASA. Hal
ini sama saja dengan bila kita membaca komik Doraemon, apakah kita harus
membaca komiknya dalam bahasa Jepang?
Marilah kita tidak
mencari-cari alasan supaya tidak menyebut nama Bapa Yahweh.
Bapa Yahweh di dalam
nama Tuhan Yeshua memberkati!
NB: Untuk mengetahui
perbedaan antara NAMA, SEBUTAN, dan BAHASA saudara pembaca dapat membaca
ulasannya di note saya yang lain yang berjudul “Bahasa Indonesia 101”.
No comments:
Post a Comment