Saturday, April 20, 2013

Jangan Lagi Memperdebatkan Nama-Nya



Sering kali ketika memberitakan nama Yahweh, ada banyak orang datang dengan maksud menengahi diskusi kami dengan mengatakan: "Jangan memperdebatkan namaNya. Buat apa memperdebatkan namaNya? Yang penting melakukan firman Tuhan" Saya sangat setuju sekali dengan pendapat yang sangat bijaksana ini. Marilah kita tidak berdebat tentang namaNya dan melakukan apa yang tertulis dalam firman Tuhan.

Nama Tuhan kita, Yahweh, sudah tertulis dalam firman Tuhan secara tersurat. Jadi buat apa memperdebatkan NamaNya? Sudah sangat jelas sekali sehingga tidak perlu ditafsir-tafsir lagi. Menjadi perdebatan karena sebagian orang masih mempertahankan penyebutan nama tuhannya orang lain dalam penyembahan kepada Tuhan kita.

Ketika ada firman yang menyebutkan bahwa NamaNya adalah Yahweh, bukan Allah, ya itulah yang kita ikuti. Tidak perlu lagi diperdebatkan. Yesaya 42:8a berkata "Aku ini Yahweh, itulah nama-Ku" Ini sudah sangat jelas sekali sehingga tidak perlu diperdebatkan dan dengan berbagai alasan berusaha menghapus nama Yahweh. Dalam Alkitab LAI tertulis "Aku ini TUHAN, itulah nama-Ku" Jadi namanya adalah TUHAN. TUHAN itu bukan nama, tetapi sebutan (predikat). Tidak ada Tuhan yang bernama TUHAN. JAdi kita lihat di kamus Alkitab yang paling belakang, cari kata 'TUHAN' (huruf kapital semua). Di sana baru kita akan ketahui bahwa TUHAN adalah salinan dari nama Tuhannya orang Israel, yaitu Yahweh.

Ketika firman Tuhan menuliskan bahwa kita jangan menyebut namaNya dengan sembarangan (Keluaran 20:7) ya mari TIDAK MENYEBUT DENGAN SEMBARANGAN, APALAGI MENGGANTINYA DENGAN SEMBARANGAN. Perintah ini bukan berarti tidak boleh menyebut sama sekali, tetapi boleh menyebut hanya tidak boleh sembarangan. Misalkan, ada tulisan "Jangan menyeberang jalan sembarangan" Apakah tidak boleh menyeberang jalan sama sekali? Tentu tidak! Demikian pula dengan ayat tadi.

Ketika ada ayat yang mengatakan supaya tidak menyebut nama ilah lain dalam penyembahan kita kepadaNya (Keluaran 23:13 "Dalam segala hal yang Kufirmankan kepadamu haruslah kamu berawas-awas; NAMA ILAH LAIN JANGANLAH KAMU PANGGIL, janganlah nama itu kedengaran dari mulutmu"). Ya, marilah kita lakukan. Tidak perlu diperdebatkan!

Ketika ada ayat yang mengatakan bahwa Yeshua adalah Yahweh sendiri yang menjadi manusia, ya itulah yang kita percayai. Karena kalau kita tidak menerima Yahweh, berarti sama saja kita tidak menerima Yeshua. Yohanes 8:24 "Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa AKULAH DIA, kamu akan mati dalam dosamu." Siapa yang dimaksud Tuhan Yeshua dengan kata "DIA" di sini? Biarlah ayat menjelaskan dirinya sendiri, mari kita baca dalam ayat yang ke 27 dari Yohanes 8 "Mereka tidak mengerti, bahwa Ia berbicara kepada mereka tentang Bapa." Jadi Yeshua mengatakan jika kita tidak mengakui bahwa Yeshua adalah Bapa sendiri yang menjadi manusia, maka kita akan MATI  dalam dosa-dosa kita. Nah, pertanyaannya adalah, siapakah Bapa itu? Dalam Yesaya 64:8a "Tetapi sekarang, ya TUHAN, Engkaulah Bapa kami!" Lagi, ketika kita melihat kata TUHAN dengan huruf kapital semua, ternyata adalah salinan dari Yahweh.

Jadi semuanya sudah SANGAT JELAS! Untuk apa lagi diperdebatkan??? Mari kita belajar rendah hati dan melakukan firman Tuhan!

Bapa Yahweh di dalam Tuhan Yeshua memberkati! Shalom! =)

No comments:

Post a Comment