Sering kali ketika memberitakan nama Yahweh,
ada banyak orang datang dengan maksud menengahi diskusi kami dengan mengatakan:
"Jangan memperdebatkan namaNya. Buat apa memperdebatkan namaNya? Yang
penting melakukan firman Tuhan" Saya sangat setuju sekali dengan pendapat
yang sangat bijaksana ini. Marilah kita tidak berdebat tentang namaNya dan
melakukan apa yang tertulis dalam firman Tuhan.
Nama Tuhan kita, Yahweh, sudah tertulis dalam
firman Tuhan secara tersurat. Jadi buat apa memperdebatkan NamaNya? Sudah
sangat jelas sekali sehingga tidak perlu ditafsir-tafsir lagi. Menjadi
perdebatan karena sebagian orang masih mempertahankan penyebutan nama tuhannya
orang lain dalam penyembahan kepada Tuhan kita.
Ketika ada firman yang menyebutkan bahwa
NamaNya adalah Yahweh, bukan Allah, ya itulah yang kita ikuti. Tidak perlu lagi
diperdebatkan. Yesaya 42:8a berkata "Aku ini Yahweh, itulah nama-Ku"
Ini sudah sangat jelas sekali sehingga tidak perlu diperdebatkan dan dengan
berbagai alasan berusaha menghapus nama Yahweh. Dalam Alkitab LAI tertulis
"Aku ini TUHAN, itulah nama-Ku" Jadi namanya adalah TUHAN. TUHAN itu
bukan nama, tetapi sebutan (predikat). Tidak ada Tuhan yang bernama TUHAN. JAdi
kita lihat di kamus Alkitab yang paling belakang, cari kata 'TUHAN' (huruf kapital
semua). Di sana baru kita akan ketahui bahwa TUHAN adalah salinan dari nama
Tuhannya orang Israel, yaitu Yahweh.
Ketika firman Tuhan menuliskan bahwa kita
jangan menyebut namaNya dengan sembarangan (Keluaran 20:7) ya mari TIDAK
MENYEBUT DENGAN SEMBARANGAN, APALAGI MENGGANTINYA DENGAN SEMBARANGAN. Perintah
ini bukan berarti tidak boleh menyebut sama sekali, tetapi boleh menyebut hanya
tidak boleh sembarangan. Misalkan, ada tulisan "Jangan menyeberang jalan
sembarangan" Apakah tidak boleh menyeberang jalan sama sekali? Tentu
tidak! Demikian pula dengan ayat tadi.
Ketika ada ayat yang mengatakan supaya tidak
menyebut nama ilah lain dalam penyembahan kita kepadaNya (Keluaran 23:13
"Dalam segala hal yang Kufirmankan kepadamu haruslah kamu berawas-awas; NAMA
ILAH LAIN JANGANLAH KAMU PANGGIL, janganlah nama itu kedengaran dari
mulutmu"). Ya, marilah kita lakukan. Tidak perlu diperdebatkan!
Ketika ada ayat yang mengatakan bahwa Yeshua
adalah Yahweh sendiri yang menjadi manusia, ya itulah yang kita percayai.
Karena kalau kita tidak menerima Yahweh, berarti sama saja kita tidak menerima
Yeshua. Yohanes 8:24 "Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu
akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa AKULAH DIA,
kamu akan mati dalam dosamu." Siapa yang dimaksud Tuhan Yeshua dengan kata
"DIA" di sini? Biarlah ayat menjelaskan dirinya sendiri, mari kita
baca dalam ayat yang ke 27 dari Yohanes 8 "Mereka tidak mengerti, bahwa Ia
berbicara kepada mereka tentang Bapa." Jadi Yeshua mengatakan jika kita
tidak mengakui bahwa Yeshua adalah Bapa sendiri yang menjadi manusia, maka kita
akan MATI dalam dosa-dosa kita. Nah,
pertanyaannya adalah, siapakah Bapa itu? Dalam Yesaya 64:8a "Tetapi
sekarang, ya TUHAN, Engkaulah Bapa kami!" Lagi, ketika kita melihat kata
TUHAN dengan huruf kapital semua, ternyata adalah salinan dari Yahweh.
Jadi semuanya sudah SANGAT JELAS! Untuk apa
lagi diperdebatkan??? Mari kita belajar rendah hati dan melakukan firman Tuhan!
Bapa Yahweh di dalam Tuhan Yeshua memberkati! Shalom!
=)
No comments:
Post a Comment