Saturday, April 20, 2013

Tidak Pakai Yahweh Juga Ada Mujizat



Pernah suatu kali saya mendengar dan membaca pendapat orang mengenai penggunaan Nama Yahweh yang intinya demikian: “Dari dulu pakai Allah dan tidak pakai Yahweh juga ada mujizat.” Pendapat ini sebenarnya pendapat untuk mempertahankan tidak menyebut nama Yahweh dan malah menyebut nama ilah lain dalam ibadahnya. Menurut saya, pendapat ini cukup menarik jika kita perhatikan. Menariknya demikian:

1.       Pendapat ini sebetulnya hendak mengatakan yang intinya seperti ini: “Buktinya, tidak pakai Yahweh (malah pakai Allah) juga ada mujizat, berarti ‘kan Tuhan tetap berkenan/tidak mempermasalahkan?” Sebetulnya secara tidak sadar pendapat ini menggunakan mujizat sebagai tolak ukur kebenaran. Jadi kalau ada mujizat berarti dari Tuhan. Kalau ada mujizat artinya Tuhan berkenan/ tidak mempermasalahkan hal ini.
2.       Lucunya, kalau saya katakan kepada mereka supaya jangan menjadikan mujizat sebagai tolak ukur kebenaran, mereka menyangkal telah menjadikan mujizat sebagai tolak ukur kebenaran. Baiklah, jika tidak menjadikan mujizat sebagai tolak ukur kebenaran, maka dapat saya katakan mereka menitikberatkan pada mujizat.
3.       Jika yang dijadikan ‘bukti’ adalah mujizat, maka mudah saja kita tertipu oleh setan. Karena setan pun mampu melakukan mujizat, bahkan menyamar menjadi malaikat terang pun merupakan hal yang mudah baginya. Sebetulnya, orang tidak pakai nama Yesus pun bisa mengadakan mujizat! Kita ingat beberapa tahun lalu kita mendengar ada dukun cilik Ponari bisa menyembuhkan orang sakit. Apakah dia memakai nama Yesus? Tentu tidak! Maka seharusnya yang kita jadikan ‘bukti’ adalah KECOCOKAN dengan firman yang tertulis, yaitu Alkitab, bukan mujizat.
4.       Memang tanda-tanda dan mujizat akan menyertai orang yang percaya (Markus 16:17-18), namun itu bukan satu-satunya bukti bahwa Tuhan berkenan, karena Tuhan juga berkata bahwa hal itu tidak menjamin bahwa Tuhan berkenan, melainkan kita harus melakukan kehendak Bapa (Matius 7:21-23). Apa itu kehendak Bapa, salah satunya adalah memasyurkan namaNya dan tidak menyebut nama ilah lain (Keluaran 23:13).
5.       Mujizat yang terjadi selama ini, kalau menurut saya itu karena nama Yesus atau Yeshua yang disebut, bukan karena nama Allah. Selama ini orang Kristen kalau mendoakan orang, mengusir setan, mematahkan sakit penyakit, atau menutup doa selalu dengan: “dalam nama Tuhan Yesus”, tidak “dalam nama Allah”.
6.       Jika berbicara mujizat, menggunakan nama Yahweh juga terjadi banyak mujizat!

Marilah kita mulai sekarang berpegang teguh pada firman Tuhan, bukan mencari mujizat. Jadikanlah Firman Tuhan itu sendiri sebagai standar kebenaran kita, bukan mujizatnya.
Bapa Yahweh di dalam Nama Tuhan Yeshua memberkati.


No comments:

Post a Comment