Saturday, April 20, 2013

Apalah Arti Sebuah Nama




"Apalah arti sebuah nama." Saya dengar, itulah salah satu kalimat terkenal William Shakesphere. Kalimat itu sering diartikan bahwa seolah-olah nama tidaklah penting. Kalimat itu pula yang sering dikutip oleh saudara-saudara kita orang Kristen yang menganggap bahwa nama Bapa Surgawi kita, Yahweh, tidaklah penting. Alasannya Tuhan mau dipanggil dengan nama apa saja. Meskipun sampai sekarang tidak ada satupun dari mereka yang sanggup menunjukkan dasar ayat untuk menguatkan pendapat mereka. Tapi kalo kita cermati, ternyata mereka tidak konsekuen, karena ternyata mereka masih mempertahankan sebuah nama. Itu artinya mereka menganggap penting sebuah nama, bukan? Secara tidak sadar mereka sendiri sedang mengingkari kalimat favorit mereka "Apalah Arti Sebuah Nama." Kalo mau konsekuen, seharusnya mereka kembalikan saja ke pemiliknya, yaitu umat Muslim, nama Allah yang mereka pertahankan selama ini. Nama yang bukan Nama Tuhannya sendiri kok dipertahankan? Aneh bin ajaib bin tidak masuk akal! Tapi inilah realita yang sudah dinubuatkan oleh Bapa Yahweh sendiri: "Umat-Ku betah dalam membelakangi Aku; mereka memanggil kepada Baal dan berhenti meninggikan nama-Ku" (Hosea 11:7). Padahal nama merupakan suatu hal yang sangat penting, karena mewakili eksistensi yang mempunyai nama itu. Terlebih lagi ini adalah NAMA SANG PENCIPTA ALAM SEMESTA! NamaNya begitu ajaib dan berkuasa sehingga semua makhluk bertekuk lutut (Filipi 2:9-11). Kita tahu bahwa nama Yahweh telah diberikan kepada Yeshua (Yohanes 17:11 dan 12) dan bahwa Yahweh = Yeshua bahkan Yeshua mengaku bahwa Dia adalah Yahweh sendiri. Tuhan Yahweh sendiri menganggap sangat penting NamaNya, oleh karena itu Dia berfirman: "Jangan menyebut nama Yahweh, Elohimmu, dengan sembarangan, sebab Yahweh akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan" (Keluaran 20:7). Menyebut dengan sembarangan saja tidak boleh, apalagi diganti dengan sembarangan? Eeeh... ini umat-Nya malah menganggap Nama Yahweh tidak penting. Dalih favorit lain dari orang yang masih belum mau mengembalikan nama Allah ke umat Muslim adalah menganggap bahwa Yahweh mau dipanggil dengan nama apa saja. Padahal Yahweh dengan sangat jelas tidak mau ada nama tuhan lain di hadapanNya (Keluaran 23:13) dan Dia tidak mau berbagi kemuliaan dengan yang lain (Yesaya 42:8). Inilah bukti bahwa Yahweh memandang NamaNya sangat berarti.

Jadi, apalah arti sebuah nama? Nama sangat berarti! Terlebih lagi NAMA YAHWEH YANG ADALAH SANG PENCIPTA LANGIT DAN BUMI! =)

Bapa Yahweh di dalam nama Tuhan Yeshua (Yesus) memberkati kita semua!
Shalom! =)

Sekalian Saja Alkitabnya Pakai Bahasa Ibrani!



Masih mengenai pemakaian nama Bapa Surgawi kita. Saya tidak bosan-bosannya menulis note yang berkaitan dengan Nama Bapa, karena alasan yang begitu beragam yang dikemukakan saudara-saudara yang lain yang belum mau memakai nama Bapa Yahweh.

Kali ini saya akan membahas pendapat atau alasan yang lain lagi. Sering kali saya mendengar dan membaca pendapat orang yang belum mau memakai nama Bapa Yahweh, intinya seperti ini “Kalau pakai nama Yahweh, kenapa setengah-setengah? Sekalian saja Alkitabnya pakai bahasa Ibrani semua.” Menarik sekali kalau kita mencermati pendapat yang demikian ini. Dimana menariknya? Bila memakai logika ini, maka kita juga dapat mengajukan pendapat yang sama, yaitu: Kalau masih pakai nama Allah, kenapa setengah-setengah? Sekalian saja Alkitabnya pakai bahasa Arab semua.

Nah, pendapat ini menunjukkan belum dipahaminya perbedaan antara NAMA, SEBUTAN, dan BAHASA. Pendapat ini MENGANGGAP bahwa Nama Yahweh adalah bahasa Ibrani, sehingga ada pendapat yang mengusulkan kalau kita memakai Nama Yahweh, maka supaya tidak setengah-setengah, sekalian saja pakai bahasa Ibrani. Padahal sebenarnya tidak ada hubungannya kalau kita memakai nama Yahweh maka harus memakai Alkitab bahasa Ibrani. Kenapa? Karena meskipun Nama Yahweh diwahyukan (muncul) pertama kali di komunitas orang berbahasa Ibrani, namun Nama Yahweh adalah NAMA, bukan BAHASA. Hal ini sama saja dengan bila kita membaca komik Doraemon, apakah kita harus membaca komiknya dalam bahasa Jepang?

Marilah kita tidak mencari-cari alasan supaya tidak menyebut nama Bapa Yahweh.
Bapa Yahweh di dalam nama Tuhan Yeshua memberkati!


NB: Untuk mengetahui perbedaan antara NAMA, SEBUTAN, dan BAHASA saudara pembaca dapat membaca ulasannya di note saya yang lain yang berjudul “Bahasa Indonesia 101”.

Cari Jiwa Sajalah



"Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus" (Matius 28:19).

Ayat ini dijadikan dasar argumen yang cukup populer di kalangan orang-orang yang masih mempertahankan nama tuhan lain dan atau memilih 'non blok'. Mereka berkata yang intinya demikian: "Dari pada ribut masalah Nama Bapa, mending kita mencari jiwa saja, melakukan amanat agung Tuhan Yesus (Yeshua)." Karena argumen mereka didasarkan pada ayat firman Tuhan, maka tidak jarang orang yang belum memahami pentingnya mengenal Nama Tuhan dengan benar, setuju dengan argumen ini sehingga 'melupakan' atau tidak peduli masalah Nama Bapa kita, yaitu Yahweh, lalu dengan keukeuh beranggapan bahwa Yang Penting Yesus (Yeshua)! Toh, kita memberitakan Injil menggunakan Nama Yesus (Yeshua).

Memang dalam menginjil kita memberitakan Nama Yesus (Yeshua), namun kita juga jangan sampai salah sehingga memberitakan Yesus Yang Lain. Memang betul bahwa kita harus mencari melakukan amanat agung Tuhan Yesus (Yeshua) ini, yaitu mencari jiwa; namun bukan berarti kita melupakan atau tidak peduli terhadap masalah Nama Tuhan kita. Bagaimana mungkin kita menginjil namun tidak peduli masalah Nama Tuhan kita? Bagaimana caranya kita membawa mereka untuk kenal Sang Empunya Surga? Apakah kita hanya menyebut 'Tuhan' saja? Lalu Tuhan yang mana? Karena banyak tuhan yang disembah manusia. Jika kita salah mengenalkan Nama Sang Empunya Surga, maka akan salah alamat juga jadinya.

Mari kita perhatikan dasar ayat dari argumen mereka: "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus" (Matius 28:19). Inilah perintah Yesus (Yeshua) supaya kita mencari jiwa dan membaptis mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus. Kita lihat, meterai baptisan yaitu nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus. Ayat ini tetap mengajarkan kita supaya tetap menyertakan Nama Bapa! Jadi, bagaimana mungkin dalam menginjil kita ‘melupakan’ dan atau tidak peduli dengan Nama Bapa? Mustahil!

Tuhan Yesus (Yeshua) juga berkata dalam Yohanes 14:6 “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” Nah berdasarkan ayat ini, kita tahu bahwa Yesus (Yeshua) adalah jalan. Menuju ke mana jalan ini? Bukankah menuju kepada Bapa?! Jadi setelah kita mendapatkan jiwa dalam Nama Yesus (Yeshua), lalu mau dibawa ke mana jiwa-jiwa itu? Bukankah kepada Bapa?! Masakan kita ‘melupakan’ dan atau tidak mempedulikan Nama Bapa? Tidak mungkin!

Jadi, cari jiwa saja tanpa mempedulikan Nama Bapa? Tidak! Nama Bapa harus tetap disertakan, karena meterai baptisan ada Nama Bapa dan jiwa-jiwa akan kita bawa kepada Bapa, yaitu Yahweh.

Bapa Yahweh di dalam Nama Tuhan Yesus (Yeshua) memberkati kita semua! Amin! ^^









"Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus" (Matius 28:19). Inilah perintah Yesus (Yeshua) supaya kita mencari jiwa dan membaptis mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus. Kita lihat, meterai baptisan yaitu nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus. Ayat ini tetap mengajarkan kita supaya tetap menyertakan Nama Bapa! Jadi, bagaimana mungkin dalam menginjil kita ‘melupakan’ dan atau tidak peduli dengan Nama Bapa? Mustahil!

Tuhan Yesus (Yeshua) juga berkata dalam Yohanes 14:6 “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” Nah berdasarkan ayat ini, kita tahu bahwa Yesus (Yeshua) adalah jalan. Menuju ke mana jalan ini? Bukankah menuju kepada Bapa?! Jadi setelah kita mendapatkan jiwa dalam Nama Yesus (Yeshua), lalu mau dibawa ke mana jiwa-jiwa itu? Bukankah kepada Bapa?! Masakan kita ‘melupakan’ dan atau tidak mempedulikan Nama Bapa? Tidak mungkin!

Jadi, cari jiwa memang HARUS! tapi cari jiwa saja tanpa mempedulikan Nama Bapa? Tidak! Nama Bapa harus tetap disertakan, karena meterai baptisan ada Nama Bapa dan jiwa-jiwa akan kita bawa kepada Bapa, yaitu Yahweh.

Bapa Yahweh di dalam Nama Tuhan Yesus (Yeshua) memberkati kita semua! Amin! ^^


                                                                                   

Apa Kaitannya dengan Keselamatan




Pertama-tama saya akan membatasi konteks note saya ini dengan memfokuskan pada pembahasan: "Apakah sikap kita terhadap Nama Yahweh berkaitan dengan keselamatan?" Tentu saja, keselamatan adalah anugerah dari Tuhan Yeshua dan hak prerogatif Tuhan. Namun, Tuhan juga sudah banyak memberikan petunjuk mengenai syarat memperoleh keselamatan, dan dalam hal ini saya hendak sharing dalam konteks 'kaitan penerimaan Nama Yahweh dengan keselamatan kita (orang Kristen).'

Sering kali dalam pengamatan saya, ketika berdiskusi tentang Nama Bapa, orang tidak mau membahasnya karena menganggap tidak penting, atau yang lebih ekstrim: tidak mempengaruhi kita masuk surga atau neraka. Mungkin ada sebagian di antara saudara yang berkata: "Aahhh . . . lagi-lagi tentang Nama." Ini juga merupakan salah satu bentuk ekspresi yang menganggap bahwa Nama Bapa tidak penting. Benarkah Nama Bapa tidak penting? Benarkah jika kita menolak Nama Bapa tidak mempengaruhi kita masuk surga atau neraka?

Kita tahu bahwa jika kita ingin masuk ke rumah seseorang, kita harus mengenal yang mempunyai rumah tersebut, bukan? Tidak akan mungkin kita diijinkan masuk ke rumah orang tersebut jika kita menolak atau tidak suka dengan yang mempunyai rumah. Demikian halnya dengan surga, jika kita ingin masuk ke dalam surga, kita harus menerima yang mempunyai surga. Siapakah yang mempunyai surga? Bapa Yahweh! (Ulangan 26:15, 2Tawarikh 6:30) Bagaimana mungkin kita ingin masuk surga tetapi menolak Yahweh, Sang Empunya surga?

Roma 8:11 berkata "Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu." Mari kita perhatikan, siapakah yang membangkitkan Yesus dari antara orang mati? Roh Dia. Siapakah yang dimaksud 'Roh Dia' di ayat ini? Roh Tuhan, yaitu Yahweh. Ingat, saat itu Roh Kudus belum dicurahkan. Nah, Roh yang sama (yang membangkitkan Yesus) akan juga menghidupkan tubuh kita ketika Yesus datang di awan-awan menjemput manusia. Namun ada syaratnya, yaitu Roh Dia harus diam di dalam kita! tetapi bagaimana mungkin Roh Dia, yaitu Roh Yahweh diam di dalam kita, jika kita menolak atau tidak menerima NamaNya? Dan bagaimana mungkin tubuh kita akan dihidupkan? Jelas tidak mungkin!

Lebih lanjut dalam Wahyu 14:1 berkata "Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya." Mari perhatikan, orang-orang yang ada di surga itu di dahi di dahinya (di pikirannya) ada 2 Nama, yaitu NamaNya dan Nama BapaNya. Siapa NamaNya? Yesus (Yeshua). Siapa Nama BapaNya? Yahweh (Yesaya 64:8 --lihat kata 'TUHAN' di kamus Alkitab). Berarti semua orang yang ada di surga di dahi mereka harus tertulis Yesus (Yeshua) dan Yahweh, bukan Yesus (Yeshua) dan Allah.

Jadi, apakah nama Yahweh berkaitan dengan surga dan neraka? Sudah tentu! Di samping itu, memang hidup kita pun HARUS melakukan kehendak Bapa Yahweh juga. Sebab, meskipun kita menyebut Nama Yahweh tetapi hidup kita tidak melakukan kehendak Bapa, maka percuma kita memanggil Nama Yahweh (Matius 7:21). Sebaliknya, jika kita merasa sudah melakukan kehendak Bapa, tetapi menolak Yahweh ya sama saja bohong. Bagaimana mungkin kita bisa dan mau melakukan kehendak Pribadi yang NamaNya kita tolak?

Bapa Yahweh di dalam Nama Tuhan Yeshua memberkati kita semua. Amen.

Jangan Lagi Memperdebatkan Nama-Nya



Sering kali ketika memberitakan nama Yahweh, ada banyak orang datang dengan maksud menengahi diskusi kami dengan mengatakan: "Jangan memperdebatkan namaNya. Buat apa memperdebatkan namaNya? Yang penting melakukan firman Tuhan" Saya sangat setuju sekali dengan pendapat yang sangat bijaksana ini. Marilah kita tidak berdebat tentang namaNya dan melakukan apa yang tertulis dalam firman Tuhan.

Nama Tuhan kita, Yahweh, sudah tertulis dalam firman Tuhan secara tersurat. Jadi buat apa memperdebatkan NamaNya? Sudah sangat jelas sekali sehingga tidak perlu ditafsir-tafsir lagi. Menjadi perdebatan karena sebagian orang masih mempertahankan penyebutan nama tuhannya orang lain dalam penyembahan kepada Tuhan kita.

Ketika ada firman yang menyebutkan bahwa NamaNya adalah Yahweh, bukan Allah, ya itulah yang kita ikuti. Tidak perlu lagi diperdebatkan. Yesaya 42:8a berkata "Aku ini Yahweh, itulah nama-Ku" Ini sudah sangat jelas sekali sehingga tidak perlu diperdebatkan dan dengan berbagai alasan berusaha menghapus nama Yahweh. Dalam Alkitab LAI tertulis "Aku ini TUHAN, itulah nama-Ku" Jadi namanya adalah TUHAN. TUHAN itu bukan nama, tetapi sebutan (predikat). Tidak ada Tuhan yang bernama TUHAN. JAdi kita lihat di kamus Alkitab yang paling belakang, cari kata 'TUHAN' (huruf kapital semua). Di sana baru kita akan ketahui bahwa TUHAN adalah salinan dari nama Tuhannya orang Israel, yaitu Yahweh.

Ketika firman Tuhan menuliskan bahwa kita jangan menyebut namaNya dengan sembarangan (Keluaran 20:7) ya mari TIDAK MENYEBUT DENGAN SEMBARANGAN, APALAGI MENGGANTINYA DENGAN SEMBARANGAN. Perintah ini bukan berarti tidak boleh menyebut sama sekali, tetapi boleh menyebut hanya tidak boleh sembarangan. Misalkan, ada tulisan "Jangan menyeberang jalan sembarangan" Apakah tidak boleh menyeberang jalan sama sekali? Tentu tidak! Demikian pula dengan ayat tadi.

Ketika ada ayat yang mengatakan supaya tidak menyebut nama ilah lain dalam penyembahan kita kepadaNya (Keluaran 23:13 "Dalam segala hal yang Kufirmankan kepadamu haruslah kamu berawas-awas; NAMA ILAH LAIN JANGANLAH KAMU PANGGIL, janganlah nama itu kedengaran dari mulutmu"). Ya, marilah kita lakukan. Tidak perlu diperdebatkan!

Ketika ada ayat yang mengatakan bahwa Yeshua adalah Yahweh sendiri yang menjadi manusia, ya itulah yang kita percayai. Karena kalau kita tidak menerima Yahweh, berarti sama saja kita tidak menerima Yeshua. Yohanes 8:24 "Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa AKULAH DIA, kamu akan mati dalam dosamu." Siapa yang dimaksud Tuhan Yeshua dengan kata "DIA" di sini? Biarlah ayat menjelaskan dirinya sendiri, mari kita baca dalam ayat yang ke 27 dari Yohanes 8 "Mereka tidak mengerti, bahwa Ia berbicara kepada mereka tentang Bapa." Jadi Yeshua mengatakan jika kita tidak mengakui bahwa Yeshua adalah Bapa sendiri yang menjadi manusia, maka kita akan MATI  dalam dosa-dosa kita. Nah, pertanyaannya adalah, siapakah Bapa itu? Dalam Yesaya 64:8a "Tetapi sekarang, ya TUHAN, Engkaulah Bapa kami!" Lagi, ketika kita melihat kata TUHAN dengan huruf kapital semua, ternyata adalah salinan dari Yahweh.

Jadi semuanya sudah SANGAT JELAS! Untuk apa lagi diperdebatkan??? Mari kita belajar rendah hati dan melakukan firman Tuhan!

Bapa Yahweh di dalam Tuhan Yeshua memberkati! Shalom! =)