Bagi yang sudah mempunyai pasangan atau pernah mempunyai pasangan, pasti tidak asing dengan judul di atas, hehehe . . . ^^ Ketika seseorang mencintai pasangannya, mereka ingin memanggil pasangannya dengan sebutan yang spesial dan istimewa. Tentunya sebutan ini juga atas persetujuan kedua belah pihak. Jika salah satu tidak setuju menggunakan panggilan sayang tertentu, pasti dia akan mengganti dengan sebutan yang lain, yang disukai oleh kedua belah pihak. Contoh, wahai para pria (jika saudara adalah wanita, maka bayangkan saudari menjadi pria), bagaimana jika pasangan saudara menggunakan nama pria lain sebagai panggilan sayang yang ditujukan kepada saudara? Bagaimana perasaan saudara jika pasangan saudara memanggil saudara: "Engkaulah Simeon-ku yang kucinta." Padahal nama saudara bukan Simeon! Sekalipun pasangan saudara berkata bahwa dia mengartikan 'Simeon' sebagai SEBUTAN yang berarti 'Sayang', saya yakin saudara tetap tidak bisa menerimanya dan meminta panggilan sayang itu diganti tanpa menyebut nama Simeon. Jika pasangan saudara itu benar-benar mencintai saudara, pasti menuruti permintaan saudara itu.
Demikian pula dengan Tuhan kita! Dia ingin kita memanggilNya menggunakan panggilan sayang yang Dia sukai! Dalam Hosea 2:15, Tuhan berkata:
Maka pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN (Yahweh), engkau akan memanggil Aku: Suamiku, dan tidak lagi memanggil Aku: Baalku!
*TUHAN = Yahweh (lihat kata ‘TUHAN’ di kamus Alkitab)
Dalam ayat ini dapat kita lihat bahwa Tuhan kita sebenarnya tidak senang dengan panggilan sayang: "Baalku." Lho kenapa? Padahal 'Baal' yang dimaksud adalah sebagai sebutan yang mempunyai arti 'suami' juga lho! Kenapa? Karena 'Baal' adalah nama sesembahan lain dan Israel menganggap bahwa 'Baal' adalah sebagai sebutan. Dengan kata lain umat Israel memaknai 'Baal' sebagai sebutan. Memang selain sebagai NAMA DIRI sebuah dewa, 'Baal' juga merupakan SEBUTAN yang berarti suami. Meskipun demikian, mari kita renungkan ayat di atas, kita melihat bahwa Bapa Yahweh TETAP TIDAK BERKENAN. Kenapa? karena Keluaran 23:13 Dia juga sudah memperingatkan dan mewanti-wanti: "Dalam segala hal yang Kufirmankan kepadamu haruslah kamu berawas-awas; NAMA ILAH LAIN JANGANLAH KAMU PANGGIL, JANGANLAH NAMA ITU KEDENGARAN DARI MULUTMU.” (penekanan ditambahkan).
Seringkali kita juga melakukan seperti yang dilakukan oleh umat Israel di atas, yaitu memakai nama ilah lain sebagai panggilan sayang kita kepada Tuhan kita. Apa buktinya? Seringkali kita memanggil Tuhan kita dengan sebutan 'Allah'. Ini sama halnya dengan 'Baal' di ayat di atas. Kita tahu 'Allah' memang selain sebagai NAMA DIRI tuhannya orang muslim, 'Allah' juga merupakan SEBUTAN yang artinya 'Tuhan' (bagi orang Kristen Indonesia khususnya). Meskipun demikian, Bapa Surgawi TETAP TIDAK BERKENAN kita memakai nama ilah lain sebagai panggilan sayang kepadaNYA (Keluaran 23:13).
Nah, setelah kita membaca ilustrasi dan ayat Hosea 2:15 di atas, masihkah kita memanggil Bapa Yahweh, Tuhan Yesus, dan atau Roh Kudus dengan panggilan sayang yang mengandung nama sesembahan lain, yaitu Allah? Masihkah kita memanggilNya: "Allahku!"?
Bapa Yahweh di dalam Nama Tuhan Yesus Kristus (Yeshua HaMashiakh) memberkati kita semua!
Shalom! =)
tetapi, yang dimaksud dengan
'Baal' dalam ayat yang anda referensikan adalah 'Gelar' dewa-dewa penduduk asli
Tanah Kanaan...
= = = = = = =
Baik sebagai gelar dewa-dewa penduduk Kanaan, maupun sebagai suami. Tetap sama saja pak, INTINYA ADALAH bangsa Israel menggunakan NAMA BAAL sebagai SEBUTAN atau GELAR untuk menyebut TUHAN YAHWEH. Sama halnya dengan Allah, Allah adalah NAMA DIRI tuhannya orang lain, tetapi juga diartikan sebagai gelar/sebutan. Di atas saya sudah jelaskan.
Baik sebagai gelar dewa-dewa penduduk Kanaan, maupun sebagai suami. Tetap sama saja pak, INTINYA ADALAH bangsa Israel menggunakan NAMA BAAL sebagai SEBUTAN atau GELAR untuk menyebut TUHAN YAHWEH. Sama halnya dengan Allah, Allah adalah NAMA DIRI tuhannya orang lain, tetapi juga diartikan sebagai gelar/sebutan. Di atas saya sudah jelaskan.
“Karena 'Baal' adalah nama sesembahan lain dan Israel
menganggap bahwa 'Baal' adalah sebagai sebutan. Dengan kata lain umat Israel
memaknai 'Baal' sebagai sebutan. Memang selain sebagai NAMA DIRI sebuah dewa,
'Baal' juga merupakan SEBUTAN yang berarti suami. Meskipun demikian, mari kita
renungkankan ayat di atas, kita melihat bahwa Bapa Yahweh TETAP TIDAK BERKENAN.
Kenapa? karena Keluaran 23:13 Dia juga sudah memperingatkan dan mewanti-wanti:
"Dalam segala hal yang Kufirmankan kepadamu haruslah kamu berawas-awas;
NAMA ILAH LAIN JANGANLAH KAMU PANGGIL, JANGANLAH NAMA ITU KEDENGARAN DARI
MULUTMU.” (penekanan ditambahkan).”
dan dalam konteks Kitab Suci
Ibrani, Baal dikonotasikan sebagai 'bukan tuhan yang benar'.
= = = = = = = = =
dari mana anda yakin itu? Saya tengok di KJV with Strong number:
= = = = = = = = =
dari mana anda yakin itu? Saya tengok di KJV with Strong number:
Ternyata di KJV ayat yang saya sajikan terdapat dalam Hosea 2:16 “And it shall beH1961 at thatH1931
day,H3117 saithH5002 the LORD,H3068
that thou shalt callH7121 me Ishi;H376
and shalt callH7121 me noH3808 moreH5750
Baali.H1180”
Baali (bhs Indonesia: Baalku) dalam kamus Strong bernomor H1180
Baali (bhs Indonesia: Baalku) dalam kamus Strong bernomor H1180
בּעלי
ba‛ălîy
bah-al-ee'
From H1167
with pronominal suffix; my master; Baali, a symbolical
name of Jehovah: - Baali.
Mari perhatikan, Baali di sini selain artinya ‘tuanku’, ternyata juga digunakan sebagai SIMBOL NAMA YAHWEH. Ini sama halnya dengan kata ‘Allah’ yang sedang dipakai oleh sebagian umat Kristen di Indonesia, pak! =) tapi ternyata Bapa Yahweh tetap tidak berkenan! Karena Dia TIDAK MENGHENDAKI ada NAMA TUHAN lain yang disebut dari mulut kita (Keluaran 23:13).
Mari perhatikan, Baali di sini selain artinya ‘tuanku’, ternyata juga digunakan sebagai SIMBOL NAMA YAHWEH. Ini sama halnya dengan kata ‘Allah’ yang sedang dipakai oleh sebagian umat Kristen di Indonesia, pak! =) tapi ternyata Bapa Yahweh tetap tidak berkenan! Karena Dia TIDAK MENGHENDAKI ada NAMA TUHAN lain yang disebut dari mulut kita (Keluaran 23:13).
.
. . . Baal dikonotasikan sebagai 'bukan tuhan
yang benar'.
= = = = =
= = = =
Apakah
Allah dikonotasikan sebagai tuhan yang benar? Jika ya, apa bedanya dengan
kalimat pertama dari kalimat syahadat?
No comments:
Post a Comment