Thursday, February 21, 2013

Maknanya Sebagai Sebutan


Ketika diskusi tentang Nama Tuhan, dalam pengamatan saya, seringkali saudara-saudara yang masih mempertahankan memanggil nama 'Allah' berpendapat kira-kira begini: oke, kalau menyebut kata 'Allah' sebagai nama itu dilarang, lalu apa masalahnya kalau saya memaknainya sebagai sebutan (sinonim dengan kata 'Tuhan')?
Mari kita perhatikan masalahnya, 1Tawarikh 16:26 berkata:
"Sebab segala sesembahan (ilah) bangsa-bangsa adalah berhala, tetapi Yahweh-lah yang menjadikan langit"
dan pernyataan yang senada diulang dalam Mazmur 96:5:
"Sebab segala sesembahan (ilah) bangsa-bangsa adalah hampa, tetapi Yahweh-lah yang menjadikan langit".
Dua ayat di atas dengan jelas mengatakan bahwa semua sesembahan (ilah) bangsa-bangsa adalah berhala dan hampa/sia-sia. Nah, jika Alkitab dengan jelas dan tegas mengatakan bahwa semua sesembahan selain Tuhan kita (Yahweh) adalah berhala dan hampa/sia-sia, masakan kita mau memberi makna kepadanya (khususnya kepada namanya) supaya tidak sia-sia sehingga mempunyai makna sinonim dengan kata ‘Tuhan’? Jika kita mau demikian, pertanyaan yang sama bisa saya ajukan kepada kita semua: kalau kita memaknai kata 'Zeus' sebagai nama diri itu dilarang, lalu apa masalahnya kalau saya memaknainya sebagai sebutan (sinonim dengan kata 'Tuhan')?

Namun ternyata yang mempermasalahkan adalah Tuhan kita sendiri, dalam Yesaya 42:8 dikatakan bahwa Dia TIDAK MAU berbagi kemuliaanNya kepada yang lain atau kepada patung. Lagipula dalam Keluaran 23:13 Tuhan berkata:
"Dalam segala hal yang Kufirmankan kepadamu haruslah kamu berawas-awas; NAMA ILAH LAIN JANGANLAH KAMU PANGGIL, JANGANLAH NAMA ITU KEDENGARAN DARI MULUTMU.” (penekanan ditambahkan)

Bapa Yahweh di dalam Nama Tuhan Yeshua memberkati kita semua! Shalom! =)
                                                                                 

No comments:

Post a Comment