Thursday, February 21, 2013

Engkaulah Simeon-ku yang Ku Cinta



Judul di atas bukanlah untuk menonjolkan nama saya sendiri, ataupun untuk kesombongan, ataupun untuk sesuatu yang bukan untuk kemuliaan Tuhan. Saya sengaja membuat judul dengan memuat nama saya karena untuk sebagai contoh ilustrasi yang akan saya sampaikan dalam note ini. Mungkin sebagian para pembaca berpikir: "Mengapa memilih namamu sendiri? Kok tidak nama orang lain?" Ya, karena saya tidak ingin ada yang tersinggung atau merasa tersindir dengan memakai nama orang lain. Oleh karena itu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, saya putuskan untuk memilih nama saya sendiri untuk digunakan sebagai contoh dalam ilustrasi berikut ini.

Bagi saudara para pembaca, terutama pria yang sudah mempunyai pasangan, (jika belum, ya bayangkan gebetan atau berandai sudah mempunyai pasangan, hehehe . . .) tentu sangat senang jika si dia memuji saudara dengan menyebut nama saudara, bukan? Namun bagaimana jika si dia memuji saudara dengan menyebut nama pria lain? Misalkan si dia berkata: "Mas/ kang/ oh/ koh/ koko/ bang, engkaulah Simeon-ku yang kucinta." Apa yang akan saudara lakukan? Bagaimana perasaan saudara? Saya yakin saudara merasa bagai disambar geledek di siang bolong! Saudara pasti akan menanyakan: "Lhoh, kok kamu panggil nama pria lain??? Sebenarnya kamu mencintai siapa??? Saya atau Simeon???" Mungkin si dia akan berkata: "Lhoh mas, tapi meskipun saya sebut 'Simeon' tapi yang saya maksud ya kamu!" Hmmm. . . wahai para pria, bisakah saudara menerima argumennya? Saya yakin tidak! Kenapa? Karena secara tidak sadar/ secara tidak langsung, itu sama saja dia menyamakan saudara dengan Simeon. Betul? Mungkin saking cintanya dia dengan Simeon sampai terobsesi, sehingga dia ingin saudara seperti Simeon ^^,)v hahaha . . . ssttt. . . becanda pak! serius amat sih! hahaha . . . =D Oke, kembali ke topik, selain itu saudara ingin nama saudara disebut ya kan? Lebih mengena dan lebih privat (spesifik) gitu lah! ^^ atau bagaimana jika dia berargumen demikian: "Mas, kalau saya sebut 'Simeon' itu bagi saya artinya 'darling' loh! Itu panggilan sayang buat kamu. . ." Sekali lagi, ilfil gak sih kalau pasangan kita dalam memuji kita menyebut dan mengartikan nama pria lain sebagai panggilan sayang buat kita?? Hayo jujur! @_@

Mungkin kita tersenyum atau bahkan tertawa membaca ilustrasi di atas. Tetapi apakah kita juga melakukan hal yang sama terhadap Tuhan kita? Apakah kita menyebut nama "pria" lain (baca: tuhan lain) dalam memuji Yesus, Sang Kekasih kita? Seperti yang kita ketahui bersama bahwa nama tuhannya orang Islam adalah Allah. Tetapi ketika memuji Tuhan Yesus kita berkata: "Engkaulah Allah-ku yang kucinta." Mungkin sebagian dari kita berkata: "Tuhan kan Mahatahu! DIA ngerti isi hatiku. Kalau saya sebut 'Allah' ya artinya 'Tuhan'" Wew. . . ini sama halnya dengan ilustrasi di atas, kita juga sudah diberi tahu oleh pasangan kita kan, kalau menyebut 'Simeon' artinya 'darling'? Masihkah kita menerima argumennya? Saya yakin tidak! Demikian juga dengan Tuhan! Saudara, kita diciptakan serupa dengan gambarNya, artinya sifat-sifat Tuhan ada dalam kita, kita meniru DIA! Lagipula Tuhan sudah berfirman dalam Keluaran 23:13 supaya nama tuhan lain jangan kita panggil dalam memuji dan menyembah DIA. Masihkah kita menyebut nama tuhan lain dalam memujiNYA? Masihkah kita menyebut nama tuhan lain sebagai panggilan sayang untukNYA? Saya pernah membaca argumen lain: "Yang dimaksud 'Allah' di sini bukan yang nama, tetapi yang sebutan. Jadi MaknanyaSebagai Sebutan." Baiklah, ini sama saja pasangan kita berkata: "Yang dimaksud 'Simeon' di sini bukan yang nama, tetapi yang sebutan." Masih maukah kita menerima argumen ini? Nah, sama halnya dengan Tuhan kita! Dia ingin dalam pikiran dan hati kita HANYA DIA! Segala kemuliaan HANYA bagi DIA! =)

Bapa Yahweh di dalam Nama Tuhan Yeshua HaMashiakh (Yesus Kristus) memberkati kita semua!
Shalom! =)

No comments:

Post a Comment