Tuesday, October 12, 2021

Tuhan Expired

Baru-baru ini saya mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan Firman Tuhan di salah satu persekutuan mahasiswa. Ada hal yang menarik ketika saya menyampaikan kebenaran Nama Yahweh. Tiba-tiba ada seorang mahasiswa yang menginterupsi penyampaian firman Tuhan dengan mengangkat tangan. Lalu saya berikan kesempatan kepadanya untuk berbicara. Ternyata dia menyanggah demikian: "Yahweh kan hanya ada di Perjanjian Lama dan tidak ada di Perjanjian Baru, sedangkan kita ada di Perjanjian Baru."

 

Argumen serupa juga sering saya dengar dari orang Kristen yang belum menerima nama Yahweh dan mempertahankan nama Allah. Menurut saya ini adalah argumen yang tidak dipikir panjang dan tidak sesuai dengan Firman Tuhan. Mari kita perhatikan, argumen ini secara tidak langsung hendak mengatakan bahwa "Perjanjian Lama sudah tidak berlaku lagi karena kita hidup di Perjanjian Baru. Oleh karena itu Tuhan yang ada di Perjanjian Lama ikut menjadi tidak berlaku lagi, alias expired." Mari kita renungkan, mungkinkah Tuhan expired? Mungkinkah masa jabatan Tuhan berakhir? Sedangkan firmanNya mengatakan bahwa Yahweh adalah TUHAN YANG KEKAL. Yesaya 40:28 berkata "Tidakkah engkau tahu? Tidakkah engkau dengar? Elohim yang kekal, Yahweh, Dialah yang menciptakan ujung-ujung bumi..." (ILT). Keluaran 15:18 "TUHAN (Yahweh) memerintah kekal selama-lamanya" (LAI). Mazmur 29:10b "TUHAN (Yahweh) bersemayam sebagai Raja untuk selama-lamanya" (LAI). Masih banyak ayat-ayat yang lain yang mengatakan bahwa Yahweh adalah Tuhan yang kekal. Lagipula dalam Matius 22:37 Yeshua memerintahkan kita untuk mengasihi Yahweh, masakan kita menganggap Yahweh sudah expired? Sudah habis masa jabatanNya? Mustahil!

 

Kembali ke cerita saya tadi, kemudian saya jawab "Di Perjanjian Baru ada Nama Yahweh, bahkan Yeshua memerintahkan untuk kita mengasihi Yahweh. Matius 22:37 dalam bahasa aslinya berbunyi 'Wayomer Yeshua elaiw et Yahweh eloheikha bekhal levavkha uvkhal nafsekha uvkhal maddaikha' yang artinya 'Yeshua berkata: kasihilah Yahweh, Elohimmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu'. Jika anda berpikir: 'Yahweh kan ada di Perjanjian Lama sedangkan kita ada di Perjanjian Baru', apakah kalau begitu Perjanjian Lama sudah tidak berlaku lagi? Buang saja Perjanjian Lama kalau memang sudah tidak berlaku lagi." Lalu saya kembali lanjutkan penyampaian firman.

 

Oleh karena itu, marilah kita berpegang teguh pada apa yang dikatakan oleh Firman Tuhan, bukan pada argumen yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan yang hanya untuk mempertahankan nama tuhannya orang lain dalam penyembahan kepada Tuhan kita.

 

Bapa Yahweh di dalam Nama Tuhan Yeshua memberkati.


No comments:

Post a Comment