Tuesday, October 12, 2021

Orang Amori Menyembah Allah?

Ini dia sejarah tentang asal mula muncul kata Allah, beserta sumber-sumber yang bisa dipertanggung jawabkan! Tidak asal mengutip cerita tanpa sumber yang jelas.

 

“Dan jika hal ini tampak jahat menurut pandanganmu untuk beribadah kepada YAHWEH, hari ini pilihlah bagi dirimu, kepada siapa kamu akan beribadah --apakah kepada ilah-ilah yang leluhurmu beribadah di seberang sungai, atau kepada ilah-ilah orang Amori yang di dalam negerinya kamu tinggal-- tetapi mengenai aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada YAHWEH.” (Yosua 24:15 KSILT)

Saya sangat setuju dengan kalimat bijak yang diajukan oleh Yosua, yaitu pilihan menyembah siapa itu dikembalikan kepada masing-masing pribadi. Mengenai masalah Allah VS Yahweh, silakan jalankan apa yang anda percayai. Mau tetap mempertahankan Allah, ya silakan, itu hak anda . . . sedangkan yang sudah memakai nama Yahweh ya jaga kekudusan NamaNya dalam kita, baik dalam perkataan maupun perbuatan. . . =)

 

Saya ingin share sedikit tentang penelusuran saya. Ketika saya membaca ayat di atas, yang menarik perhatian saya adalah Yosua menyebutkan “ilah-ilah orang Amori.” Dari sini saya ingin mengetahui siapakah ilahnya orang Amori? Lalu saya mencari data-data dalam buku-buku dan internet. Berdasarkan penelusuran saya, ini yang saya dapat:

  1. Orang Amori ternyata menyembah banyak dewa, salah satunya DEWA BULAN Sin (http://www.newworldencyclopedia.org/entry/Amorites).
  2. Nama lain Sin (Suen) adalah Nanna, dia merupakan dewa orang Sumeria yang sangat terkenal dalam agama dan mitologi Mesopotamia. (http://www.newworldencyclopedia.org/entry/Sin_%28mythology%29). 
  3. Rupanya sang DEWA BULAN dalam masyarakat Sumeria bernama Sin/ Nanna.  
  4. Berita lain yang mengejutkan adalah ternyata orang Amori diduga kuat berasal dari Arab, bukan Siria.  Sumber itu mengatakan: “In the oldest cuneiform sources (c. 2400-c. 2000 BC), the Amorites were equated with the West, though their true place of origin was most likely Arabia, not Syria.” (http://history-world.org/amorites.htm).
  5. Saya jadi ingat bahwa masyarakat Arab pra Islam juga mempunyai DEWA BULAN, mereka mengenalnya dengan nama: Allah.  Hanya bedanya, dalam masyarakat Arab, sang DEWA BULAN ini juga merupakan dewa yang tertinggi. Dalam bukunya “The Unfinished Battle Islam and the Jews”, Halaman 85, Mark A. Gabriel, PhD mengatakan bahwa “The Name Allah was used in pre Islam Arabia to refer to one of the 360 idol in Kabaa and refer the moon god. Allah was supposed to be the greatest god. Some tribes used the name to refer to THE MOON GOD.” (penekanan ditambahkan).
  6. Hal ini didukung oleh John Hagee dalam bukunya “Jerusalem Countdown: A Warning to the World” pada halaman 41 dia menulis: “The name Allah came from an Arabic word that had to do with the worship of THE MOON GOD in pre-Islamic Arabia. “Allah” cannot be found in the Hebrew Old Testament or the Greek Testament. Allah is not the same as the God of Abraham, Isaac, and Jacob.” (penekanan ditambahkan).
  7. Satu lagi sumber yang menyetujui hal ini adalah buku yang berjudul “Islam: In Light of History” oleh Dr. Rafat Amari, halaman 273 mengatakan: “The Origin of “Allah” and How the Name was Developed from the god of the Moon in Arabia, as it is Attested in Various Arabian Inscriptions. We know that the term “Allah,” as the god of the moon, was derived from the Thamud god of the moon. His name was Hilal, or Hlal, which means “cresent.””

Jadi, kesimpulan saya: orang Amori ini, mereka menyembah DEWA BULAN bernama Allah ketika di Arab, namun ketika di Kanaan mereka menyebutnya dengan nama Sin. Jadi Sin alias Nanna alias Allah!

 

Daftar pustaka:

 

# Amari, Rafat. “Islam: In Light of History.” A Religion Research Institute Publication. ISBN: 0-9765024-0-2

# Gabriel, Mark A. 2003. “The Unfinished Battle Islam and the Jews.” Lake Mary: Charisma House a Strang. ISBN: 0-88419-956-8

# Hagee, John. 2006. “Jerusalem Countdown: A Warning to the World.” Lake Mary: Charisma House a Strang. ISBN: 1-59185-893-3

# http://history-world.org/amorites.htm

# http://www.newworldencyclopedia.org/entry/Amorites

# http://www.newworldencyclopedia.org/entry/Sin_%28mythology%29

Allah alias Nana.jpg

Tuhan Expired

Baru-baru ini saya mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan Firman Tuhan di salah satu persekutuan mahasiswa. Ada hal yang menarik ketika saya menyampaikan kebenaran Nama Yahweh. Tiba-tiba ada seorang mahasiswa yang menginterupsi penyampaian firman Tuhan dengan mengangkat tangan. Lalu saya berikan kesempatan kepadanya untuk berbicara. Ternyata dia menyanggah demikian: "Yahweh kan hanya ada di Perjanjian Lama dan tidak ada di Perjanjian Baru, sedangkan kita ada di Perjanjian Baru."

 

Argumen serupa juga sering saya dengar dari orang Kristen yang belum menerima nama Yahweh dan mempertahankan nama Allah. Menurut saya ini adalah argumen yang tidak dipikir panjang dan tidak sesuai dengan Firman Tuhan. Mari kita perhatikan, argumen ini secara tidak langsung hendak mengatakan bahwa "Perjanjian Lama sudah tidak berlaku lagi karena kita hidup di Perjanjian Baru. Oleh karena itu Tuhan yang ada di Perjanjian Lama ikut menjadi tidak berlaku lagi, alias expired." Mari kita renungkan, mungkinkah Tuhan expired? Mungkinkah masa jabatan Tuhan berakhir? Sedangkan firmanNya mengatakan bahwa Yahweh adalah TUHAN YANG KEKAL. Yesaya 40:28 berkata "Tidakkah engkau tahu? Tidakkah engkau dengar? Elohim yang kekal, Yahweh, Dialah yang menciptakan ujung-ujung bumi..." (ILT). Keluaran 15:18 "TUHAN (Yahweh) memerintah kekal selama-lamanya" (LAI). Mazmur 29:10b "TUHAN (Yahweh) bersemayam sebagai Raja untuk selama-lamanya" (LAI). Masih banyak ayat-ayat yang lain yang mengatakan bahwa Yahweh adalah Tuhan yang kekal. Lagipula dalam Matius 22:37 Yeshua memerintahkan kita untuk mengasihi Yahweh, masakan kita menganggap Yahweh sudah expired? Sudah habis masa jabatanNya? Mustahil!

 

Kembali ke cerita saya tadi, kemudian saya jawab "Di Perjanjian Baru ada Nama Yahweh, bahkan Yeshua memerintahkan untuk kita mengasihi Yahweh. Matius 22:37 dalam bahasa aslinya berbunyi 'Wayomer Yeshua elaiw et Yahweh eloheikha bekhal levavkha uvkhal nafsekha uvkhal maddaikha' yang artinya 'Yeshua berkata: kasihilah Yahweh, Elohimmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu'. Jika anda berpikir: 'Yahweh kan ada di Perjanjian Lama sedangkan kita ada di Perjanjian Baru', apakah kalau begitu Perjanjian Lama sudah tidak berlaku lagi? Buang saja Perjanjian Lama kalau memang sudah tidak berlaku lagi." Lalu saya kembali lanjutkan penyampaian firman.

 

Oleh karena itu, marilah kita berpegang teguh pada apa yang dikatakan oleh Firman Tuhan, bukan pada argumen yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan yang hanya untuk mempertahankan nama tuhannya orang lain dalam penyembahan kepada Tuhan kita.

 

Bapa Yahweh di dalam Nama Tuhan Yeshua memberkati.